Tampaknya sudah menjadi tradisi di Indonesia bahwa setiap ada pemilihan, baik pemilihan Gubernur, Walikota, Bupati, hingga Kepala Desa (Ketua RT juga), kebanyakan selalu berakhir rusuh dan ruwet!!! Seperti yang dialami Pilwalkot Kota Madiun tahun ini. Di saat panitia Pilkada mengumumkan pemenang Pilwalkot, banyak rakyat yang demo. Para calon yang kalah dan tim sukses mereka juga ikut-ikutan boikot. Di tiap daerah emang sepertinya udah sama aja. Gini truz kalo ada pemilihan!!! :# :# :# :#
Kenapa sie mereka tidak pernah rukun dan menghargai hasil pilihan rakyat?? Beberapa oknum memprotes hasil Pilwalkot ini dengan alasan pemenang Pilwalkot ditengarai terlibat money politic dengan membagi-bagikan duit pada rakyat sebelum pemilihan. Lha cuma bagi-bagi duit doank apa salahnya sie?? Toh dia cuma bagi duit dan keputusan tetep di tangan rakyat kan?? Kalo rakyat banyak yang gak milih dia, dia juga gak bakalan marah-marah ataupun sampai minta duitnya kembali :o :o :o :o (wah, kalo sampe gitu namanya kebangetan tuh..). Semuanya dikembalikan ke tangan rakyat karena pemilihan tu haknya rakyat.
Selain itu, yang membuat saya heran adalah kenapa mereka baru memprotes saat Pilwalkot telah berlangsung?? Padahal kalo mereka ingin mencegah money politic itu mereka bisa memprotes sebelum pilwalkot dilaksanakan. :@ :@ :@
Yang membuat saya semakin tambah heran, beberapa hari sebelum pemilihan ada beberapa pengamat yang melaporkan indikasi money politic yang dilakukan oleh calon lainnya (diusung oleh salah satu partai besar). Tapi apa tindak lanjutnya?? Gak ada!! Pihak-pihak lain juga terkesan menganggap hal itu biasa aja. Lha pas calon itu ternyata kalah, kok sekarang malah banyak banget protes?? Malah saya juga denger ada isu bakal demo gede-gedean. Hmm.. Kalo itu terjadi namanya udah keterlaluan banget pihak yang kalah dan tidak mau menerima kenyataan. Mereka maunya Pilwalkot diulang. Padahal kalo diulang, berapa banyak lagi dana yang harus dikeluarkan dan waktu yang tersita untuk pelaksanaan Pilwalkot?? Apa mereka gak berpikir sampai ke sana?? Ya kalo saya sie maklum kalo para demonstran gak mikirin gituan coz zaman sekarang para demonstran itu disewa oleh pihak-pihak tertentu sehingga seolah-olah "lempar batu sembunyi tangan". :z :z :z
Oya, saya sedih sekali pas baca koran paginya. :( :( :( Bukan karena masalah politik itu, tapi adanya foto yang menunjukkan seorang balita membawa kertas berisi tulisan demonstran. Emang anak sekecil itu tahu apaan tentang politik?? Dia cuma jadi korban kebe**tan oknum-oknum yang ingin memanfaatkan kondisi masyarakat. :# :# :#
Jadi, harapan saya bagi rakyat Kota Madiun dan juga seluruh rakyat Indonesia, marilah kita belajar menerima kekalahan dan bersikap positif. Jangan meniru oknum-oknum politik yang bertingkah aneh-aneh seperti cerita di atas. Lebih baik kita bersikap fair apa adanya dengan tetap menjaga kredibilitas di mata masyarakat. :d :d :d
Kenapa sie mereka tidak pernah rukun dan menghargai hasil pilihan rakyat?? Beberapa oknum memprotes hasil Pilwalkot ini dengan alasan pemenang Pilwalkot ditengarai terlibat money politic dengan membagi-bagikan duit pada rakyat sebelum pemilihan. Lha cuma bagi-bagi duit doank apa salahnya sie?? Toh dia cuma bagi duit dan keputusan tetep di tangan rakyat kan?? Kalo rakyat banyak yang gak milih dia, dia juga gak bakalan marah-marah ataupun sampai minta duitnya kembali :o :o :o :o (wah, kalo sampe gitu namanya kebangetan tuh..). Semuanya dikembalikan ke tangan rakyat karena pemilihan tu haknya rakyat.
Selain itu, yang membuat saya heran adalah kenapa mereka baru memprotes saat Pilwalkot telah berlangsung?? Padahal kalo mereka ingin mencegah money politic itu mereka bisa memprotes sebelum pilwalkot dilaksanakan. :@ :@ :@
Yang membuat saya semakin tambah heran, beberapa hari sebelum pemilihan ada beberapa pengamat yang melaporkan indikasi money politic yang dilakukan oleh calon lainnya (diusung oleh salah satu partai besar). Tapi apa tindak lanjutnya?? Gak ada!! Pihak-pihak lain juga terkesan menganggap hal itu biasa aja. Lha pas calon itu ternyata kalah, kok sekarang malah banyak banget protes?? Malah saya juga denger ada isu bakal demo gede-gedean. Hmm.. Kalo itu terjadi namanya udah keterlaluan banget pihak yang kalah dan tidak mau menerima kenyataan. Mereka maunya Pilwalkot diulang. Padahal kalo diulang, berapa banyak lagi dana yang harus dikeluarkan dan waktu yang tersita untuk pelaksanaan Pilwalkot?? Apa mereka gak berpikir sampai ke sana?? Ya kalo saya sie maklum kalo para demonstran gak mikirin gituan coz zaman sekarang para demonstran itu disewa oleh pihak-pihak tertentu sehingga seolah-olah "lempar batu sembunyi tangan". :z :z :z
Oya, saya sedih sekali pas baca koran paginya. :( :( :( Bukan karena masalah politik itu, tapi adanya foto yang menunjukkan seorang balita membawa kertas berisi tulisan demonstran. Emang anak sekecil itu tahu apaan tentang politik?? Dia cuma jadi korban kebe**tan oknum-oknum yang ingin memanfaatkan kondisi masyarakat. :# :# :#
Jadi, harapan saya bagi rakyat Kota Madiun dan juga seluruh rakyat Indonesia, marilah kita belajar menerima kekalahan dan bersikap positif. Jangan meniru oknum-oknum politik yang bertingkah aneh-aneh seperti cerita di atas. Lebih baik kita bersikap fair apa adanya dengan tetap menjaga kredibilitas di mata masyarakat. :d :d :d












0 komentar:
Poskan Komentar